Islam Luar Biasa Jilid 2 : Selamat Datang Di Blog Kami , Jangan Lupa Untuk Follow Blog Kami .
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Ibu Yang Baik , Melahirkan Keturunan Yang Baik

Berkenaan pendidikan anak-anak, Islam pertama-tama menganjurkan agar hendaknya setiap orang mukmin memilih teman hidupnya seorang yang baik agar berkat pengaruhnya, keturunannya akan menjadi orang-orang yang baik pula.
Rasulullah saw bersabda:

”Ada empat sebab orang memilih teman hidupnya. Sebagian orang memilih sebab harta-bendanya. Sebagian lagi sebab keturunannya. Sebagian lagi sebab tertarik oleh kecantikannya. Dan sebagian lagi memandang penting akhlak dan agamanya. Hendaknya engkau selalu mengutamakan akhlak dan agamanya. Kalau tidak tanganmu akan dikotori oleh lumpur” (Bukhari, Muslim, dan Misykaat hal. 267)

Semenjak bumi ini diciptakan hingga kini, tidak ada sarana lain untuk mendapatkan keturunan yang saleh selain seorang ibu yang mukhlis lagi berbudi luhur, Di sinilah tampak ciri khas kesempurnaan agama Islam. Islam mengatur pendidikan anak-anak jauh sebelum anak lahir ke bumi. Islam memerintahkan jika seorang mukmin ingin mempunyai keturunan yang saleh, ia hendaknya memilih calon istrinya seorang wanita yang beragama serta berakhlak. Sebab jika ia salah pilih maka penyesalanlah yang akan diterimanya seumur hidup.

Di dalam nasehat diatas tersembunyi hikmah, sebagaimana sebuah ladang yang subur tanahnya berpengaruh kepada hasil panennya, demikin pula halnya seorang ibu membekaskan pengaruh pada pembawaan akhlak serta perangai anak-anaknya. Sesudah anak lahir, pendidikan ibu pada prakteknya amat besar bekasnya. Ya, benar si ayah pun mempunyai andil dalam mendidik anak. Akan terapi, dibanding dengan jerih payah sang ibu peran ayah jauh sekali dibandingkan dengan ibu. Selama masih bayi dari ibunyalah ia menghirup kelezatan air susu ibu. Dirangkulan ibunyalah ia menikmati ketentraman. Siang malam ia senantiasa berada disamping ibu. Kepada ibulah ia bertutur. Kepada ibu ia merengek-rengek meminta sesuatu. Kepada ibu ia mencari jalan penyelesaian dalam suatu masalah. Dari mulut ibu ia mendengar kata-kata mesra. Sekali-kali ibu memarahinya, tetapi tak urung ia kembali kepada ibu dan bergelantung padanya. Ia memperhatikan setiap tingkah-laku ibu. Pendek kata, seorang anak merupakan bagian wujud seorang ibu.

Perhubungan antara ayah dan anak yang kesempatannya jarang, lagi pula kaku itu, jika dibandingkan dengan perhubungan antara ibu dan anak selama dua puluh empat jam yang mesra lagi erat, boleh dikatakan seolah-olah tidak berarti belaka. Karena itulah Rasulullah saw bersabda:

“Sorga terletak di bawah kaki ibu”

Maksud ucapan itu ialah, jika sang ibu seorang yang mukhlis, maka perhubungannnya yang erat siang malam itu akan menuntun anaknya langsung ke sorga. Dengan jalan berkhidmat kepada ibu terbuka baginya jalan menuju sorga.

Saya telah memperhatikan keadaan ribuan rumah tangga dan dengan diam-diam mengamati peri kehidupan mereka, maka di mana ratu rumahtangganya seorang wanita yang baik, di sana rata-rata 80% dari keluarga semacam itu terdiri atas anak-anak yang baik. Keadaan itu ada kekecualinnya, jika anak itu setelah menjadi besar berubah menjadi tidak baik, disebabkan oleh pengaruh buruk pergaulan mereka. Begitulah kehendak kodrat alam yang tak berubah-ubah dan mengenainya junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. Bersabda

“Hendaklah engkau selalu mengutamakan akhlak dan agama (wanita yang akan engkau kawini). Kalau tidak, tanganmu akan dikotori oleh lumpur,”

Walhasil, rahasia pertama mendidik itu disini. Seseorang yang memilih jodohnya seorang wanita dengan mengutamakan kecantikan paras mukanya, kebangsawanannya, dan kekayaan hartanya belaka, ia tak ubahnya seperti berlari-lari mengejar sesuatu yang tidak kekal. Oleh karena itu, dianjurkan agar lebih baik memilih seorang wanita yang beragama dan berakhlak. Jika seseorang mendapatkan seorang istri yang beragama dan si samping itu dimilikinya pula nikmat-nikmat tambahan (berupa kecantikan, harta, dan keturunan) itu, ia tak ubahnya laksana memiliki sebutir mutiara. Akan tetapi, dasar utamanya untuk memperoleh keturunan yang baik adalah terletak pada kecondongan sifat istri kepada agama dan keelokan budi pekerti. Selain itu, seorang istri yang mukhlis bahkan merupakan sumber ketentraman kalbu dan kedamaian pikiran bagi sang suami dan membuat rumah tangga bagaikan sorga dunia.

Comment : 0 Comment
Baca Selengkapnya → Ibu Yang Baik , Melahirkan Keturunan Yang Baik

Beberapa Peristiwa Penting Menjelang Isra` dan Mi’raj

Sebagian ulama berpendapat, bahwa tujuan Isra dan mi’rai adalah merupakan hiburan untuk mengangkat hati Rasulullah Saw yang sebelumnya telah mengalami berbagai cobaan dan ujian dalam mengemban dakwah Islam. Setidaknya ada tiga cobaan besar yang pernah dialami Rasulullah Saw sebelum peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini, yaitu: pengasingan sosial yang dilakukan kaum Qurays terhadap Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim, Wafatnya dua orang yang sangat dicintai Rasulullah Saw dan yang selama itu senantiasa menjadi penopang dakwah nabi, yaitu pamannya Abu Thalib dan Istrinya Khadijah binti Khuwailid yang senantiasa setia mendampingi Rasulullah dalam pahit getirnya mengemban risalah dakwah. Sehingga tahun terjadinya cobaan ini sering diistilahkan dengan tahun kesedihan (Âm al Huzni), dan soal penolakan masyarakat Thaif terhadap dakwah Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Bukan hanya sekedar penolakan, bahkan lebih dari itu, dimana Rasulullah Saw dilempari dengan batu sehingga mengakibatkan kaki beliau bersimbah darah. Selanjutnya akan kita uraikan tiga cobaan itu secara lebih terperinci.
Comment : 0 Comment
Baca Selengkapnya → Beberapa Peristiwa Penting Menjelang Isra` dan Mi’raj

Kiat Menjadi Remaja Muslim Yang Cerdas

Remaja / Pemuda sering kali disebut sebagai cikal bakal pemimpin, baik dalam ruang lingkup kecil atau yang lebih luas... Nah disini saya mau share, smoga bermanfaat.. bukan berarti saya lebih baik, tapi kita disuni sama-sama belajar dan sama-sama mengingatkan, gar tidak menjadi remaja yang pasif ..

Kiat menjadi Remaja Muslim yang Cerdas,
sebagi berikut:..

1. Taat pada Alloh dan Rosul
" Ta'atilah Alloh dan RosulNya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang kafir." (Q.S Ali Imron : 32)

2. Selalu menjaga kesehatan diri
" Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Alloh daripada mukmin yang lemah, pada keduanya ada kebaikan . " ( HR. Muslim )

3. Jadilah orang yang pintar
".... Alloh akan meniggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat..." (QS. Al Mujadilah : 11)

4. Cerdas
Setiap remaja muslim harus berfikiran cerdas. Cerdas versi rosul adalah orang yang selalu ingat akan kematian, sehingga dengan begitu kita akan selalu mempersiapkan bekal untuk hari kemudian.

5. Trampil
Sebagai remaja muslim harus punya banyak keterampilan, diantaranya trampil mengatur uang jajan, trampil mengelola waktu, trampil dalam bergaul dll.

6. Menjaga Penampilan Diri
Penampilan diri seorang muslim harus bersih, rapih, sopan, santun, ramah.

7. Disiplin dalam menjalani setiap aktifitas kehidupan

8. Optimis dalam Hidup
selalu berusaha agar hari ini lebih baik dari hari kemarin.9. Sabar dengan ketetapan Alloh.Apapun yang telah terjadi dalam kehidupan ini semua hanya terjadi dengan izin Allah, seorang remaja muslim harus ikhlas dengan setiap ketetapan Alloh yang membuat hati ini senang ataupun kecewa. Yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik untuk kita kalau kita memintanya.

Thank`s for read ,semoga dapat bermanfaat bagi kita semua amiin :)
Comment : 0 Comment
Baca Selengkapnya → Kiat Menjadi Remaja Muslim Yang Cerdas

Isra' Miraj

Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.

Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.


Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.

Comment : 1
Baca Selengkapnya → Isra' Miraj